Substansi Genetika
Ilmu genetika modern dimulai pada tahun 1860-an, Ketika seorang biarawan yang bernama Gregor Mendel menemukan prinsip dasar genetika melalui kacang ercis di kebun biara. Mendel tinggal di suatu biara di kota Burnn, Austria.
B. Istilah – istilah dalam persilangan
Fenotip adalah Sifat keturunan yang dapat diamati (warna, bentuk, ukuran. Genotip adalah Sifat dasar yang tak tampak dan tetap (artinya tidak berubah karena lingkungan) pada suatu individu ( misalnya TT, tt ).Stern (1930) berpendapat bahwa genotip dan lingkungan dapat menetapkan fenotip atau dengan kata lain fenotip merupakan resultan dari genotip dan lingkungan. Dengan demikian, maka dua genotip yang sama dapat menunjukkan fenotip yang berlainan, apabila lingkungan bagi kedua fenotip itu berlainan.
Contohnya: anak kembar satu telur tentunya memiliki genotip yang sama, tetapi jika kedua anak itu dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda, maka akhirnya masing-masing akan memiliki fenotip yang berlainan.
Fenotip dua individu dapat sama tetapi genotipnya berbeda. Misalnya, tanaman berbatang tinggi dapat mempunyai genotip TT atau tt.
Alel adalah anggota dari sepasang gen yang memiliki pengaruh berlawanan, misalnya T menentukan sifat Tinggi pada batang, sedangkan t menentukan batang Kerdil. T dan t merupakan alel tetapi andaikan R adalah gen yang menentukan warna merah pada bunga, maka R bukan alel. Jadi ada gamet dengan alel T dan ada gamet dengan alel t. prinsip ini dirumuskan sebagai Hukum Mendel I yang terkenal dengan nama hukum pemisahan gen yang se-alel.
Hukum Mendel 1 dikenal dengan istilah hukum segregasi, hal ini disebabkan karena pada hukum ini dinyatakan bahwa alel memisah (segregasi) satu dari yang lain selama pembentukan gamet dan diwariskan secara rambang ke dalam gamet-gamet yang sama jumlahnya. Sebagai dasar segregasi satu pasang alel terletak pada lokus yang sama pada kromosom homolog. Kromosom homolog ini memisah secara bebas pada anaphase I meiosis dan tersebar kedalam gamet-gamet yang berbeda.
Homozigot adalah individu yang genotipnya terdiri dari alel yang sama, misalnya TT, tt. Homozigot dapat dibedakan atas homozigot dominan ( TT ) dan homozigot resesif ( tt ).
Heterozigot adalah individu yang genotipnya terdiri dari alel yang tidaksama, misalnya Tt.
Hybrid adalah hasil perkawinan dua individu yang mempunyai sifat beda. Berdasarkan banyaknya sifat beda( hybrid ), dapat dibedakan menjadi:ü Monohybrid yaitu suatu hybrid dengan satu sifat beda ( Aa )
ü Dihibrid yaitu suatu hybrid dengan dua sifat beda ( AaBb )
ü Trihibrid yaitu suatu hybrid dengan tiga sifat beda ( AaBbCc )
C. Perkawinan Monohibrid
1. Dominansi
Mendel memilih tanaman ercis untuk percobaannya karena:
1. Tanaman ini hidupnya tak lama (merupakan tanaman setahun), mudah tumbuh dan mudah disilangkan
2. Memiliki bunga sempurna, artinya pada bunga itu terdapat benang sari (alat jantan ) dan putik (alat betina), sehingga biasanya terjadi penyerbukan sendiri. Perkawinan silang dapat berlangsung asal dengan pertolongan orang. Penyerbukan sendiri yang berlangsung beberapa generasi terus-menerus akan menghasilkan galur murni.
Gen biasanya diberi huruf symbol dengan huruf pertama dari suatu sifat. Gen dominan dinyatakan dengan huruf besar, sedangkan yang resesif oleh huruf kecil. Misalnya
B= symbol untuk gen yang menentukan batang besar
b= symbol untuk gen yang menentukan batang kecil.
Contoh1 : Di waktu Mendel mengawinkan tanaman ercis berbatang tinggi dengan yang berbatang kerdil, maka semua tanaman keturunan pertama seragam berbatang tinggi. Suatu tanda bahwa sifat tinggi mengalahkan sifat kerdil. Sifat demikian disebut sifat dominan, sifat yang dikalahkan disebut sifat resesif. Ketika tanaman turunan pertama dibiarkan menyerbuk sendiri maka keturunan kedua didapatkan perbandingan kira-kira ¾ batang tinggi : ¼ batang kerdil
Contoh2 : Dalam hal warna polong misalnya, penyilangan antara tanaman-tanaman galur murni polong hijau dengan tanaman-tanaman galur murni polong kuning, menghasilkan keturunan generasi pertama (F1) dimana semua tanamannya berpolong hijau. Dari hasil-hasil ini, Mendel menarik kesimpulan bahwa warna polong hijau adalah dominan terhadap kuning. Selanjutnya Mendel melihat adanya konsistensi dalam jumlah tipe parental pada generasi F2. Rupanya selalu ada rasio dari tipe-tipe resesif pada kisaran 3:1, tidak memandang sifat yang diteliti.
2. Perkawinan monohybrid pada hewan
Contoh1 : Pada perkawinan silang hewan antara marmut hitam dan marmut albino menghasilkan keturunan generasi pertama yaitu 12 anakan marmut hitam. Berarti marmut warna hitam dapat disimpulkan dominan terhadap marmut warna albino. Apabila marmut hitam dari keturunan pertama dikawinkan marmut albino maka akan menghasilkan keturunan marmut hitam 7 ekor dan marmot albino 5 ekor.
3. Perkawinan monohybrid pada manusia
Contoh1 : Dalam hal warna rambut manusia, yaitu seorang laki-laki rambut pirang menikah dengan perempuan berambut hitam maka akan menghasilkan keturunan generasi pertama (F1) yaitu anak-anaknya yang berambut hitam. Berarti rambut hitam dominan terhadap rambut pirang.
5. Perkawinan balik (“Backcross”)
6. Uji silang (“testcross”)
7. Sifat intermedier
CENTRAL NERVOUS SYSTEM (CNS) PADA AVES
Sistem saraf pusat merupakan sistem yang dibentuk oleh jutaan sel saraf dan sel glia beserta pembuluh darah dan sedikit jaringan ikat. Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges.
Susunan saraf mula-mula terdiri dari 3 bagian :
1. Lapisan neural
2. Jambul neural
3. Plakode indera
Lapisan neural akan menjadi encephalon (otak) di anterior dan medulla spinalis di posterior. Otak merupakan ujung atas sistem saraf pusat yang membesar dan terletak dalam tengkorak.
Encephalon berkembang menjadi 3 bagian :
• Otak depan (prosensefalon)
• Otak tengah (mesensefalon)
• Otak dalam (rombensefalon)
1. Lapisan neural
2. Jambul neural
3. Plakode indera
Lapisan neural akan menjadi encephalon (otak) di anterior dan medulla spinalis di posterior. Otak merupakan ujung atas sistem saraf pusat yang membesar dan terletak dalam tengkorak.
Encephalon berkembang menjadi 3 bagian :
• Otak depan (prosensefalon)
• Otak tengah (mesensefalon)
• Otak dalam (rombensefalon)
Pada masa pembentukan sistem saraf pusat, encephalon mengalami diferensiasi lanjut. Otak depan (prosensefalon) akan membagi menjadi telencephalon (ujung otak) dan diencephalon (jembatan otak). Telencephalon membentuk sepasang vesikula yang akan menjadi lobi.
Dari diencephalon terjadi beberapa evaginasi:
1. epiphysis
2. paraphysis
3. vesiculae opticus
4. Infundibulum
1. epiphysis
2. paraphysis
3. vesiculae opticus
4. Infundibulum
Atap mesencephalon membuat sepasang tonjolan-tonjolan yang pada pisces dan amphibi disebut corpora bigemina; pada reptilia, aves dan mammalia terdiri dari 2 pasang, disebut corpora quadrugemina. Rombencephalon membagi menjadi metencephalon dan myelencephalon (otak sumsum). Jambul neural yang menghasilkan ganglia nervi cranialis dan spinalis. Plakode indera adalah suatu jejeran epidermis yang menebal di daerah lateral caput, yang terdiri dari :
1) Placode nasus yang terletak di samping ventro anterior caput
2) Placode lens, berhubungan dengan tonjolan optic (optic vesicle) di daerah prosencephalon yang bakal jadi diencephalon.
3) Placode acoustic terletak di dorso lateral tentang bagian tengah rhombencephalon.
4) Placode calyculi gustatorii yang terletak di lidah, pharyx, palatum molle atau ada juga di permukaan sebelah luar caput.
Neuron-neuron nervus centrale (saraf pusat) berasal dari neuroblast-neuroblast primitif yang datang dari sel-sel lapisan terdalam lapisan neural.
2) Placode lens, berhubungan dengan tonjolan optic (optic vesicle) di daerah prosencephalon yang bakal jadi diencephalon.
3) Placode acoustic terletak di dorso lateral tentang bagian tengah rhombencephalon.
4) Placode calyculi gustatorii yang terletak di lidah, pharyx, palatum molle atau ada juga di permukaan sebelah luar caput.
Neuron-neuron nervus centrale (saraf pusat) berasal dari neuroblast-neuroblast primitif yang datang dari sel-sel lapisan terdalam lapisan neural.

Gambar. Sistem saraf pusat Aves
Otak Aves
Bentuk otak dan bagian-bagiannya tipikal pada burung. Lobus olfaktorius kecil, serebrum besar sekali. Pada ventro-kaudal serebrum terletak serebellum dan ventral lobus optikus.lubang telinga nampak dari luar, dengan meatus auditoris eksternal terus kemembran tympani (gendang telinga). Telinga tengah dengan saluran-saluran semi sirkulat terus ke koklea. Pendengaran burung dara sangat baik. Dari telinga tengah ada saluran eustachius menuju ke faring dan bermuara pada langit-langitt bagian belakang.
Hidung sebagai organ pembau dimulai dengan dua lubang hidung yang berupa celah pada dorsal paruh. Indra pencium pada burung kurang baik. Mata besar dengan pekten yaitu sebuah membran bervaskulasi dan berpikmen yang melekat pada mangkuk optik, dan melanjut kedalam humor vitreus. Syaraf optik memasuki sklera mata di tempat yanag disebut bingkai skleral. Mata dengan kelenjar air mata. Penglihatan terhadap warna sangat tajam dan cepat berakomodasi pada berbagai jarak.
Hidung sebagai organ pembau dimulai dengan dua lubang hidung yang berupa celah pada dorsal paruh. Indra pencium pada burung kurang baik. Mata besar dengan pekten yaitu sebuah membran bervaskulasi dan berpikmen yang melekat pada mangkuk optik, dan melanjut kedalam humor vitreus. Syaraf optik memasuki sklera mata di tempat yanag disebut bingkai skleral. Mata dengan kelenjar air mata. Penglihatan terhadap warna sangat tajam dan cepat berakomodasi pada berbagai jarak.
Cortex cerebri lebih tidak berkembang dari pada reptil. Corpora striata lebih berkembang, menyebabkan ventrikel lateral menyempit. Lobus olfaktori pada burung modern kecil dan berdegenerasi. Organ parietal tidak terlihat pada burung. Otak burung lebih padat mengelompok di satu pusat, karena lobus optiknya memenuhi area lateral, serta pertumbuhan ke belakang dari cerebrum yang cenderung menutupi diencephalon dan mesencephalon dari tampak dorsal. Cerebellum mempunyai vermis median yang sangat terlihat diantara dua lobus lateral.

Gambar. Perbandingan Otak vertebrata
Medulla spinalis Aves
- Berbentuk silindris memanjang, mengisi ruang (lumen) dari setiap ruas tulang belakang (vertebrae).
- Dimulai dari bagian bawah medulla oblongata, pada posisi vertebrae cervicalis yang pertama sampai vertebrae lumbalis 1.
- Secara anatomis, irisan melintang menunjukkan 2 bagian yaitu bagian kortek (luar) yang berwarna putih kekuningan, dan bagian medulla (dalam) yang berwarna abu-abu.
- Memiliki 2 peranan penting yaitu melangsungkan reflek sederhana dan sebagai jalan untuk menyebarkan dan menyatukan informasi (impuls saraf).
- Dari medulla spinalis keluar serabut saraf (nervus) spinalis.
- Pada irisan melintang, bagian dalam dari medulla spinalis berbentuk huruf X. Adapun bagiannya yaitu cornu dorsalis mengandung badan-badan sel saraf sensoris dan cornu ventralis mengandung badan-badan sel saraf motoris.
Columna vertebralis panjang, filum terminale tidak ada. Di bagian lumbar terjadi perpisahan medulla di sisi dorsal menjadi dua. Ruangan bentuk elips, ada sinus rhomboidalis, berisi dengan neuroglia cell dan bersifat gelatineus. Ini kemudian membentuk glycogen-body. Apabila sayap dan kaki besar, maka bagian lumbar dan cervix besar pula. Pada Ostrich ada mempunyai lumbar yang terbesar di antara burung.
Kamis, 26 Juli 2012
SISTEM REPRODUKSI
A. Pengertian Sistem Reproduksi
Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia dilakukan dengan cara generatif atau seksual.
Untuk dapat mengetahui reproduksi pada manusia, kita harus mengetahui terlebih dahulu organ-organ kelamin yang terlibat serta proses yang berlangsung di dalamnya.
B. Organ-Organ Sistem Reproduksi Manusia
1. Organ Reproduksi Pria
Organ reproduksi pria dibedakan menjadi alat-alat reproduksi yang tampak dari luar dan yang berada didalam tubuh. Berikut rinciannya :
a. Organ Reproduksi Luar
1) penis terdiri dari jaringan-jaringan otot, jaringan spons yang lembut, pembuluh darah dan jaringan saraf. Fungsinya yaitu untuk kopulasi (hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memudahkan semen ke dalam organ reproduksi betina). Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioperasi pada saat dikhitan/sunat.
2) Buah zakar yang terdiri dari kantung zakar yang didalamnya terdapat sepasang testis dan bagian-bagian lainnya. Kulit luar nya disebut skrotum. Skrotum berfungsi melindungi testis serta mengatur suhu yang sesuai untuk spermatozoa (sel sperma).
3) Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.
4) Organ Reproduksi Dalam
1) Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormon testosteron. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus.
2) Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma.
3) Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis.
Penjelasan:
a) Epididimis berupa saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
b) Vasa deferens berupa saluran panjang dan lurus mengangkut sperma ke vesika seminalis. Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
c) Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dan menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra
d) Uretra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.

Gambar 1. Organ reproduksi Pria
5) Kelenjar Kelamin Pria
1) Vesikula seminalis,berjumlah sepasang, terletak dibawah dan atas kantung kemih. Merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen. Menghasilkan getah berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita.
2) Kelenjar prostat. Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
3) Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).
2. Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita dapat terdiri dari organ reproduksi luar dan organ reproduksi dalam. Berikut rinciannya:
a) Organ Reproduksi Luar
1) Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan dan keluarnya bayi. Sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara (Hymen).
2) Vulva merupakan suatu celah yang terdapat dibagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu :
a) Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva.
b) Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva.
3) mons veneris, pertemuan antara kedua bibir vagina dengan bagian atas yang tampak membukit.
4) Payudara. disebut juga kelenjar mamae. Payudara akan menghasilkan ASI untuk nutrisi bayi.
TERMOREGULASI
TERMOREGULASI
Suhu merupakan salah satu factor pembatas penyebran hewan, dan selanjutnya menentukan aktifitas hewan. Rentangan suhu lingkungan di bumi jauh lebih besar dibandingkan dengan rentangan penyebaran aktifitas hidup.
A. Pengertian
Suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan. (kemampuan yang dimiliki hewan untuk mempertahankan panas tubuhnya).
Termoregulasi merupakan suatu mekanisme makhluk hidup untuk mempertahankan suhu internal agar berada di dalam kisaran yang dapat ditolelir. Berdasarkan Tobin (2005), suhu berpengaruh kepada tingkat metabolisme. Suhu yang tinggi akan menyebabkan aktivitas molekul-molekul semakin tinggi karena energi kinetiknya makin besar dan kemungkinan terjadinya tumbukan antara molekul satu dengan molekul lain semakin besar pula.
B. Suhu tubuh hewan
Suhu sel yang mengalami metabolisme akan lebih tinggi daripada suhu mediumnya, karena oksidasi dan glikolisis membebaskan panas. Suhu tubuh hewan tergantung pada keseimbangan antara factor yang cenderung menambah panas dan factor yang mengurangi panas.
Mekanisme perubahan panas tubuh terjadi dengan 4 proses:
1. Konduksi : Perpindahan atau pergerakan dua benda yang saling bersentuhan
2. Konveksi : Perpindahan panas antara dua benda yang terjadi melalui zat alir ( fluida ) yang bergerak
Proses Konveksi:
- Berlangsung sampai suhu tubuh kembali ke suhu normal
- Perpindahan panas bisa dipercepat, apabila kecepatan aliran fluida di sekeliling tubuh ditingkatkan
- Terjadi dari lingkungan ke tubuh hewan, misalnya pada saat udara panas bertiup di dekat hewan, lama-kelamaan tubuh hewan akan menjadi lebih panas juga
3. Radiasi : Perpindahan panas antara dua benda yang tidak saling bersentuhan
Frekuensi dan Intensitas Radiasi:
- Tergantung pada suhu benda yang mengeluarkan radiasi. Semakin tinggi suhu benda yang mengeluarkan radiasi, semakin tinggi pula intensitas radiasinya
- tubuh hewan (kulit, rambut, dan bulu) menyerap panas radiasi dengan baik
- berjemur pada hewan (khususnya poikiloterm) untuk menaikkan atau memperoleh panas tubuh
4. Evaporasi : Proses perubahan benda dari fase cair ke fase gas
Evaporasi:
- Cara penting untuk melepaskan panas tubuh
- Hewan yang tidak memiliki kelenjar keringat, jika tubuhnya panas, penguapan melalui saluran pernafasan dengan cara terengah-engah (pada anjing diikuti dengan menjulurkan lidahnya)
- Jika suhu tubuh meningkat, keringat akan membasahi kulit, selanjutnya keringat akan menyerap kelebihan panas dari tubuh dan mengubahnya menjadi uap, setelah keringat mengering, suhu tubuh pun turun
Laju aliran panas pada suatu benda di pengaruhi oleh:
- Luas permukaan benda yang saling bersentuhan
- Perbedaan suhu awal antara kedua benda tersebut
- Konduktivitas panas (tingkat kemudahan untuk mengalirkan panas yang dimiliki suatu benda) dari kedua benda.
FERTILITAS DAN INFERTILITAS
FERTILITAS DAN INFERTILITAS
A. FERTILITAS
Pengertian
Kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil oleh dan melahirkan bayi hidup dari suami yang mampu menghamilinya.
Faktor yang mempengaruhi fertilitas
Hasrat untuk menikah dan bereproduksi adalah salah satu kekuatan pendorong terkuat di alam. Dorongan yang kuat dan sering obsesif ini dapat menimbulkan stres berat dan kebingungan dalam memilih secara bijak kapan dan apa yang harus dilakukan saat kehamilan tidak bisa terjadi.
Sebagai ‘aturan umum’ sederhana, pentingnya untuk mendapatkan bantuan medis bergantung pada 3 faktor:
Sebagai ‘aturan umum’ sederhana, pentingnya untuk mendapatkan bantuan medis bergantung pada 3 faktor:
1. Usia wanita
Salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi fertilitas adalah usia si perempuan (Gambar 1). Fertilitas cukup stabil hingga seorang perempuan mencapai usia 35 tahun. Sesudah itu, terjadi penurunan fertilitas secara bertahap. Saat menginjak usia 40 tahun, fertilitas menurun drastis.
Oleh karena itu sangat penting bagi perempuan yang mendekati usia 35 tahun dan belum pernah hamil, untuk segera mencari perhatian medis. Hal tersebut menjadi mendesak bagi perempuan yang kian mendekati usia 40 tahun.
Oleh karena itu sangat penting bagi perempuan yang mendekati usia 35 tahun dan belum pernah hamil, untuk segera mencari perhatian medis. Hal tersebut menjadi mendesak bagi perempuan yang kian mendekati usia 40 tahun.

2. Lama waktu mencoba mengandung
Kedua, begitu Anda memutuskan untuk mendapatakan keturunan, Anda akan mudah merasa cemas jika Anda tidak berhasil mendapatkan kehamilan setelah satu bulan mencoba. Tetapi fakta menunjukkan, secara normal, perempuan sehat (di bawah 30 tahun) yang melakukan hubungan badan secara teratur, hanya memiliki peluang gagal 20 hingga 40 persen selama siklus tertentu.
Jadi, apa yang “salah” pada 60 hingga 80 persen sisanya yang gagal? Sering kali, tidak ada alasan medis, dan penyebabnya biasanya adalah karena kualitas sperma atau sel telur terlalu jelek untuk mencapai fertilisasi, atau fertilisasi terjadi tetapi embrio tidak bisa hidup setelah beberapa hari.
Kenyataannya, menurut data National Center for Health Statistics, AS (Gambar 2), peluang Anda untuk hamil sebenarnya cukup besar jika Anda melihatnya dalam rentang waktu satu tahun hubungan badan tanpa pelindung.
Usia Anda
|
Peluang Anda untuk
hamil setelah tahun pertama |
Di bawah 25 tahun
|
96 %
|
25 – 34
|
86 %
|
35 – 44
|
78 %
|
3. Masalah medis
Jangan menunda untuk mendapatkan bantuan medis karena usia merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan fertilitas. Berikut adalah beberapa hal yang akan membantu Anda menentukan kapan diperlukan nasehat/saran medis dengan segera:
· berusia lebih dari 35 tahun
· tidak hamil/subur selama lebih dari 2 tahun
· menstruasi yang tidak teratur
· mengalami gangguan seksual
· menjalani operasi abdominal (bagian perut) sebelumnya
· lebih dari 6 siklus Clomiphene
· lebih dari 4 siklus SO-AI (Super Ovulation-Artificial Insemination [Super Ovulasi-Inseminasi Artifisial])
Jika tidak ada masalah medis apa pun, perempuan berusia di bawah 30 tahun perlu berkonsultasi dengan ginekolog setelah menjalani masa 1 sampai 2 tahun hubungan badan tanpa pelindung. Tetapi mereka yang berusia antara 30 hingga 35 tahun.
harus mencari nasehat medis setelah enam hingga sembilan bulan. Urgensi ini meningkat pada perempuan 35 hingga 40 tahun jika mereka tidak kunjung hamil setelah enam bulan; sementara perempuan di atas 40 tahun harus mencari nasehat/saran medis setelah tiga bulan mencoba dan gagal.
Pada kebanyakan kasus, ginekolog Anda akan dapat melakukan upaya fertilitas pendahuluan dan menangani sebagian besar masalah. Jika Anda tidak dapat hamil meski sudah ditangani dokter selama enam hingga dua belas bulan, temuilah spesialis fertilitas [disebut pula spesialis RE (Reproductive Endocrine [Endokrin Reproduktif]), yakni ginekolog dengan keahlian ekstra di bidang manajemen fertilitas yang akan memandu Anda melalui aneka macam perawatan.
Anda perlu memahami proses berpikir dokter Anda sehingga keputusan yang benar dapat dibuat. Keputusan tersebut tidak hanya berdasarkan fakta ilmiah dan pengalaman klinis, tetapi juga mempertimbangkan pandangan dan kebutuhan Anda. Artinya, ANDA berpartisipasi aktif dalam perawatan itu dan membantu spesialis RE Anda merumuskan rencana yang logis untuk mendapatkan kehamilan.
Anda perlu memahami proses berpikir dokter Anda sehingga keputusan yang benar dapat dibuat. Keputusan tersebut tidak hanya berdasarkan fakta ilmiah dan pengalaman klinis, tetapi juga mempertimbangkan pandangan dan kebutuhan Anda. Artinya, ANDA berpartisipasi aktif dalam perawatan itu dan membantu spesialis RE Anda merumuskan rencana yang logis untuk mendapatkan kehamilan.
TESTIS DAN OVARIUM
TESTIS DAN OVARIUM
1. Pisces
Organ reproduksi jantan dan betina pada waktu masih muda memiliki struktur yang sama dan disebut ganoda. Setelah dewasa organ reproduksi jantan pada ikan, dapat di bedakan organ genitalia masculine tampak berwarna putih susu dengan permukaan licin berisi spermatozoa.
Testis berjumlah sepasang menggantung pada dinding tengah rongga abdomen olehmesorsium. Berbentuk oval dengan permukaan yang kasar. Kebanyakan testisnya panjang, berwarna putih dan seringkali berlobus.T estis ikan berbentuk seperti kantong dengan lipatan-lipatan, serta dilapisi dengan suatulapisan sel spermatogenik (spermatosit). Sepasang testis pada jantan tersebut akan mulai membesar pada saat musim memijah dan saat terjadi perkawinan, dan sperma jantan bergerak melalui vas deferens menuju celah atau lubang urogenital. Saluran reproduksi, pada Elasmoranchi beberapa tubulus mesonefrus bagian anterior akan menjadi duktus aferen dan menghubungkan testis dengan mesonefrus, yang disebut duktus deferen. Bagian posterior duktus aferen berdilatasi membentuk vesikula seminalis,lalu dari sini akan terbentuk kantung sperma. Duktus deferen akan bermuara di kloaka. Pada Teleostei saluran dari sistem ekskresi dan system reproduksi menuju kloaka secara terpisah. Organ kopulatoris merupakan modifikasi sirip anal maupun sirip pelvis. Sirip pelvis pada elasmoranchi akan termodifikasi menjadi clasper. Pada teleostei sirip analmemanjang membentuk gonopodium.
Ikan merupakan kelompok hewan ovipar, ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka. Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dari testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadi fertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal).
2.Amphibi
Sistem Genitalia Jantan:
Sistem Genitalia Jantan:
a. Testis berjumlah sepasang, berwarna putih kekuningan yang digantungkan oleh mesorsium.Sebelah kaudal dijumpai korpus adiposum, terletak di bagian posterior ronggaabdomen.
b. Saluran reproduksi. Tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Di dekat kloaka, duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis, berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal, ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai.
b. Saluran reproduksi. Tubulus ginjal akan menjadi duktus aferen dan membawa spermatozoa dari testis menuju duktus mesonefrus. Di dekat kloaka, duktus mesonefrus pada beberapa spesies akan membesar membentuk vasikula seminalis (penyimpan sperma sementara). Vesikula seminalis akan membesar hanya saat musim kawin saja. Vasa aferen merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis, berjalan ke medial menuju ke bagian kranial ginjal. Duktus wolf keluar dari dorsolateral ginjal, ia berjalan di sebelah lateral ginjal. Kloaka kadang-kadang masih jelas dijumpai.
Sistem Genitalia Betina:
a. Ovarium berjumlah sepasang, pada sebelah kranialnya dijumpai jaringan lemak bermwarna kuning (korpus adiposum). Baik ovarium maupum korpus adiposum berasal dari plica gametalis, masing-masing gonalis, dan pars progonalis. Ovarium digantungkan olehmesovarium.
b. Saluran reproduksi, oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal.oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka.
b. Saluran reproduksi, oviduk merupakan saluran yang berkelok-kelok. Oviduk dimulai dengan bangunan yang mirip corong (infundibulum) dengan lubangnya yang disebut oskum abdominal.oviduk di sebelah kaudal mengadakan pelebaran yang disebut dutus mesonefrus. Dan akhirnya bermuara di kloaka.
3.Reptil
Sistem Genitalia Jantan:
Sistem Genitalia Jantan:
a. Testis berbentuk oval, relatif kecil, berwarna keputih-putihan, berjumlah sepasang, dan terletak di dorsal rongga abdomen. Pada kadal dan ular, salah satu testis terletak lebih ke depan dari pada yang lain. Testis akan membesar saat musim kawin.
b. Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.
b. Saluran reproduksi, duktus mesonefrus berfungsi sebagai saluran reproduksi, dan saluran ini akan menuju kloaka. Sebagian duktus wolf dekat testis bergelung membentuk epididimis. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen yang menghubungkan tubulus seminiferus testis dengan epididimis. Duktus wolf bagian posterior menjadi duktus deferen. Pada kebanyakan reptil, duktus deferen bersatu dengan ureter dan memasuki kloaka melalui satu lubang, yaitu sinus urogenital yang pendek.
SistemGenitaliaBetina:
a. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna vertebralis.
b. Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung. Bagian anterior terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedang bagian posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat glanduler, bagian anterior menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel telur, kecuali pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan cangkang kapur.
a. Ovarium berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan bagian permukaannya benjol-benjol. Letaknya tepat di bagian ventral kolumna vertebralis.
b. Saluran reproduksi, oviduk panjang dan bergelung. Bagian anterior terbuka ke rongga selom sebagai ostium, sedang bagian posterior bermuara di kloaka. Dinding bersifat glanduler, bagian anterior menghasilkan albumin yang berfungsi untuk membungkus sel telur, kecuali pada ular dan kadal. Bagian posterior sebagai shell gland akan menghasilkan cangkang kapur.
4.Aves
Sistem Genitalia Jantan:
Sistem Genitalia Jantan:
a. Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa.
b. Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimisyang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.
b. Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimisyang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.
SistemGenitaliaBetina:
a. Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak dibagian dorsal rongga abdomen.
a. Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak dibagian dorsal rongga abdomen.
b. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah infundibulumyang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur i kloaka.
5. Pada Mamalia
Hewan selain mamalia tidak memiliki testis di luar.Burung, yang mempunyai suhu tubuh yang tinggi, memiliki testis di dalam tubuhnya. Menurut teori para ahli, mereka menggunakan kantong udaranya untuk menjaga suhu optimal testis, namun pada penelitian berikutnya disebutkan bahwa testis burung berfungsi baik pada suhu tubuh. Selama masa pubertas, testis berkembang untuk memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi cairan dari sel Sertoli. Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat saja salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur anatomis pembuluh darah pada testis kiri dan kanan.
Pada mamalia alat kelamin jantan terdiri atas sepasang testis, saluran deferen, vesikula seminalis, kelenjar prostata, uretra dan penis. Testis berjumlah sepasang, bentuknya bulat telur dan di bungkus oleh skrotum, Skortum berbentuk sebuah kantung yang membungkus testis. Testis tersusun oleh bentukan menyerupai cacing yang disebutepididimis yang merupakan wadah sperma. Epididimis mengeluarkan material yag mampu mempertahankan kehidupan sperma selama penyimpanan didalam testis. dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa, tunika albugenia. Ukuran testis tergantung pada hewannya. Jika testis tidak turun ke skrotum disebut Cryptorchydism yang menyebabkan sterilitas. Lintasan antara rongga abdomendan rongga skrotum disebut saluran inguinal
.
Pada mamalia, testis terletak di luar tubuh, dan dihubungkan dengan tubulus spermatikusdan terletak di dalam skrotum. Ini sesuai dengan fakta bahwa proses spermatogenesis pada mamalia akan lebih efisien dengan suhu lebih rendah dari suhu tubuh (< 37°C).Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus berkembang menjadi duktus eferen kemudian akan menuju epididimis. Epididimis terletak di sekeliling testis. Epididimis anterior (kaput epididimis) lalu ke arah posterior korpus dan kauds yang berbatasan dengan duktus deferen. Duktus wolf menjadi epididimis, duktus deferen, dan vesikula seminalis. Pada monotremata mirip dengan yang terdapat pada kura-kura, sedangkan untuk mamalia yang lebih tinggi, penis terletak di sebelah anterior skrotum. Penis adalah organ seksual jantan yang dibungkus oleh kulit yang disebut kalup(prepusium. Uretra pada hewan jantan adalah tabung mukoid yang memanjang mulai dari kandung kemih ke bagian depan penis. memulai spermatogenesis. Ukuran testis bergantung pada produksi sperma (banyaknya spermatogenesis), cairan intersisial, dan produksi cairan dari sel Sertoli. Pada umumnya, kedua testis tidak sama besar. Dapat saja salah satu terletak lebih rendah dari yang lainnya. Hal ini diakibatkan perbedaan struktur anatomis pembuluh darah pada testis kiri dan kanan.Testis berperan pada sistem reproduksi dan sistem endokrin, yaitu : memproduksi sperma(spermatozoa) dan memproduksi hormon seks pria seperti testosteron. Struktur Testis dibungkus oleh lapisan fibrosa yang disebut tunika albuginea. Di dalam testis terdapat banyak saluran yang disebut tubulus seminiferus. Tubulus ini dipenuhi oleh lapisan sel sperma yang sudah atau tengah berkembang.Spermatozoa (sel benih yang sudah siap untuk diejakulasikan), akan bergerak daritubulus menuju rete testis, duktus efferen, dan epididimis. Bila mendapat rangsangan seksual, spermatozoa dan cairannya (semua disebut air mani) akan dikeluarkan ke luar tubuh melalui vas deferen dan akhirnya, penis. Di antara tubulus seminiferus terdapat sel khusus yang disebut sel intersisial Leydig. Sel Leydig memproduksi hormon testosterone.
Ovarium fungsinya menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. Setelah uterus, terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina.
Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus, zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar.
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/testis (diunduh tanggal 21 September 2011)
http://one.indoskripsi.com/content/anatomi-dan-fungsi-reproduksi-hewan-jantan(diunduh tanggal 21 September 2011)
http://darul-angkring.blogspot.com/2010/06/sistem-reproduksi-pada-hewan.html (diunduh tanggal 21 September 2011)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar